Tampilkan postingan dengan label informaDSi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informaDSi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

No MSG-Vetsin-Micin Untuk Anak Down Syndrome

Makanan ber MSG juga berbahaya bagi anak down syndrome karena akan merusak sel-sel otaknya, sehingga satu butir vetsin yang dimakan mereka akan berdampak hilangnyan pelajaran terapi selama lebih dari setahun dari memorinya. Mengerikan sekali bukan.... makanya jangan makan MSG. Baik orang normal apalagi orang cacat seperti adikku.

Olala dik.... maaf ya.... jangan sering-sering makan disini wes. Nanti pelajaran yang sudah susah-susah kuajarkan sama kamu langsung hilang... balik lagi ngajarin wes.....

Selasa, 05 Agustus 2014

Takut Bising, Tapi Sering Nggak Dengar


Adikku ini takut sekali dengan suara keras. Ini berdampak saat misalnya adik kami ini dibawa ke acara-acara yang melibatkan keramaian, misalnya acara pernikahan maupun panggung gembira yang menggunakan pengeras suara yang menggelegar. Biasanya adik pun langsung takut dan bersembunyi, bahkan tidak mau masuk ke dalam acara.
Close Up Face

Ketakutan ini, entah disebabkan karena apa, namun anak-anak down syndrome memang cenderung memiliki kelainan pendengaran. Ini disebabkan bentuk kepala dan wajah yang abnormal, sehingga mengakibatkan perbedaan struktur tulang berikut dengan organ-organ pendengaran, penglihatan, dan penciuman. Ada anak yang hanya menderita salah satu kelainan, atau dua diantaranya, atau bahkan tiga-tiganya sekaligus. 

Posenya Saat Diminta Bergaya
Gangguan pendengaran, salah satu gangguan yang diderita anak-anak down syndrome, disebabkan karena mereka mempunyai saluran eustachia yang kecil sehingga menyebabkan cairan telinganya terkumpul di belakang gendang telinga. Kadang diperlukan operasi untuk menangani masalah itu, supaya anak down syndrome tidak memerlukan alat bantu pendengaran.

Anak dengan down syndrome, kadang juga lahir dengan kelainan jantung, namun beberapa juga kelainan ini kondisi tidak membahayakan nyawa mereka. Gangguan penglihatan dan pendengaran juga dialami. Mereka juga menghadapi tantangan sosial kognitif yang berat.

Hanya ada sedikit kabar baik untuk anak-anak down syndrome dan ketidakmampuan lain yang menyebabkan penundaan perkembangan, seperti kelumpuhan otak dan autisme, penelitian baru-baru ini dapat menolong anak-anak mengembangkan kemampuan berbicara dan kemampuan motorik sementara otak mereka masih dalam pengembangan.

Saya tidak tahu, apakah adik saya ini memiliki gangguan pendengaran seperti anak-anak down syndrome lain, namun kadang adik saya tidak mengindahkan apa yang kami katakan, yang bisa jadi disebabkan karena gangguan pendengaran atau karena dia yang memang niat nggak ngreken...

Minggu, 04 Mei 2014

Down Syndrome Tidak Hanya Dialami Manusia

Ternyata tidak hanya manusia yang mengalami kelainan down syndrome, hewan juga bisa mengalaminya, termasuk orangutan, bahkan harimau. Baru-baru ini ditemukan orangutan dengan kelainan down syndrome yang wajahnya mirip dengan kelainan sindroma down yang dialami manusia. Berikut ini beritanya, diambil dari situs perlindungan orangutan : 
Jakarta dan Samarinda - Salah satu dari tiga orangutan yang telah dievakuasi oleh tim dari Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan tim dari Centre for Orangutan Protection (COP) di Muara Wahau Kecamatan, Kalimantan Timur, pekan lalu, diduga memiliki sindroma Down. Ini adalah kesimpulan dari para ahli primata dari Kebun Binatang Perth setelah melihat foto-foto orangutan.

Down syndrome dikaitkan dengan beberapa penurunan kemampuan kognitif dan pertumbuhan fisik, dan satu set tertentu karakteristik fisik yang disebabkan oleh kelainan kondisi kromosom. Orangutan jantan berusia 3 tahun yang ditemukan memiliki karakteristik yang mirip dengan manusia yang mengidap sindroma Down. Hal ini terlihat dari kepalanya, kepala lebih kecil daripada rata-rata orangutan lain dengan wajah datar dan luas. Dari wajahnya kita melihat jembatan datar hidung, palmar lipat tunggal, dan lidah yang menonjol (macroglossia). Dia juga memiliki mata berbentuk almond disebabkan oleh kelopak mata lipatan epicanthic.


Orangutan di Kalimantan Yang Diduga Mengidap Down Syndrome
Down syndrome tidak hanya terjadi pada populasi manusia, baik kera dapat terjadi juga, seperti simpanse. Kasus-kasus down syndrome di orangutan belum pernah dilaporkan sebelumnya. Orangutan bernama Jimmy, saat ini mendapat perawatan intensif dari tim Ape Crusader COP di kantor BKSDA SKW II Tenggarong, Kalimantan Timur.

dan muncul beritanya di KOMPAS :

KOMPAS.com - Dalam proses evakuasi, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Center for Orangutan Protection (COP) dari Muara Wahau, Kalimantan Timur menemukan seekor orangutan yang diduga menderita Down Syndrom, sejenis kelainan genetik yang juga bisa diderita manusia.

"Orangutan itu memiliki kepala yang relatif kecil, seperti manusia yang menderita Down Syndrome. Tangan dan kakinya juga agak bengkok tapi masih bisa berjalan. Dari perilakunya juga tampak bahwa orangutan ini lebih pasif," kata Fian Khairunisa, Area Manager COP Kalimantan Timur.

Ciri-ciri lain yang memperkuat dugaan Down Syndrome adalah bagian anteroposterior yang tampak mendatar, sela hidung pada wajah yang juga datar, mulut yang mengecil dan lidah menonjol (macroglossia) serta mata sipit dengan bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).

"Sejauh ini masih dugaan. Kami sudah menunjukkan foto orangutan ini pada ahli primata di Perth Zoo. Harus dicek apakah benar orangutan ini menderita retardasi, tapi diduga kuat memang demikian," lanjut Fian ketika dihubungi Kompas.comsiang ini (19/9/2011).

Orangutan memang memiliki 97 persen DNA yang identik dengan manusia sehingga beberapa penyakit yang diderita manusia juga bisa diderita orangutan. Kasus Down Syndrome para orangutan sendiri belum pernah ditemukan, jadi penemuan ini adalah kasus pertama.

Jimmy, demikian orangutan berusia sekitar 3 tahun yang diduga menderita Down Syndrome ini disebut, kini tengah menjalani perawatan di fasilitas BKSDA di Tenggarong Kalimantan Timur. "Kami berharap ada ahli atau dokter hewan yang mau meneliti orangutan ini," pungkas Fian.

Selama ini, saya sebagai kakak seorang adik yang mengidap down syndrome, (maaf) kadang melihat kemiripan mata orangutan dengan mata manusia pengidap down syndrome. Mata yang sipit namun berbentuk agak keluar. Namun ternyata ada pula orangutan yang juga mengidap kelainan down syndrome seperti yang dialami manusia, dan mengakibatkan kelainan pula pada wajahnya. Subhanallah.
Jadi, Allah memang menciptakan makhluknya begitu beragam, ada yang normal dan ada yang tidak. Kini bagaimana kita menyikapinya, dan berusaha melakukan yang terbaik untuk semua pihak, termasuk pihak-pihak yang berkebutuhan khusus.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 20 April 2014

Ciri Fisik Pengidap Down Syndrome

Adikku adalah seorang down syndrome. Tentunya, seperti down syndrome lain, mereka punya ciri fisik terntentu yang menyerupai wajah orang mongol. Ciri fisik ini tidak akan berubah sampai usia dewasa, dan merupakan kelainan bawaan yang akan diidap seumur hidup. Berikut ini kutipan artikel yang menyebutkan ciri fisik anak-anak down syndrome :

Gejala yang biasanya merupakan keluhan utama dari orang tua adalah retardasi mental atau keterbelakangan mental (disebut juga tunagrahita), dengan IQ antara 50-70, tetapi kadang-kadang IQ bisa sampai 90 terutama pada kasus-kasus yang diberi latihan. Pada bayi baru lahir, dokter akan menduga adanya Sindroma Down karena gambaran wajah yang khas, tubuhnya yang sangat lentur, biasanya otot-ototnya sangat lemas, sehingga menghambat perkembangan gerak bayi.
 
Pada saat masih bayi tersebut sulit bagi seorang dokter untuk menentukan diagnosisnya, apalagi orang tuanya juga mempunyai mata yang sipit atau kecil. Untuk memastikan diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan kromosom dari sel darah putih.

Anak dengan sindrom down sangat mirip satu dengan satu dengan yang lainnya,seakan akan kakak beradik.
Retardasi mental sangat menonjol disamping juga terdapat retardasi jasmani. Kemampuan berpikir dapat digolongkan pada idiot dan imbesil, serta tidak akan mampu melebihi seorang anak yang berumur tujuh tahun. Mereka berbicara dengan kalimat-kalimat yang sederhana, biasanya sangat tertarik pada musik dan kelihatan sangat gembira.

Wajah anak sangat khas. Kepala agak kecil dengan daerah oksipital yang mendatar. Mukanya lebar, tulang pipi tinggi, hidung pesek, mata letaknya berjauhan, serta sipit miring ke atas dan samping (seperti mongol). Iris mata menunjukkan bercak-bercak ( bronsfield spots ). Lipatan epikantus jelas sekali. Telinga agak aneh, bibir tebal, dan lidah besar, kasar dan bercelah-celah (scrotal tongue). Pertumbuhan gigi geligi sangat terganggu.


Ciri-ciri fisik anak down syndrome adalah sebagai berikut :
ü  Bentuk kepala yang relatif kecil dengan bagian belakang yang tampak mendatar (peyang)
ü  Hidung kecil dan datar (pesek), hal ini mengakibatkan mereka sulit bernapas
ü  Mulut yang kecil dengan lidah yang tebal dan pangkal mulut yang cenderung dangkal yang mengakibatkan lidah sering menjulur keluar
ü  Bentuk mata yang miring dan tidak punya lipatan di kelopak matanya
ü  Letak telinga lebih rendah dengan ukuran telinga yang kecil, hal ini mengakibatkan mudah terserang infeksi telinga
ü  Rambut lurus, halus dan jarang (tipis)
ü  Kulit yang kering
ü  Tangan dan jari-jari yang pendek dan pada ruas kedua jari kada sama sekali, sedangkan pada orang normal memiliki tiga ruas tulang
ü  Pada telapak tangan terdapat garis melintang yang disebut Simian Crease. Garis tersebut juga terdapat di kaki mereka yaitu di antara telunjuk dan ibu jari yang jaraknya cenderung lebih jauh dari pada kaki orang normal. Keadaan telunjuk dan ibu jari yang berjauhan itu disebut juga sandal foot
ü  Otot yang lemah (hypotomus) ; mengakibatkan pertumbuhan terganggu (terlambat dalam proses berguling, merangkak, berjalan, berlari dan berbicara)
ü  Pertumbuhan gigi geligi yang lambat dan tumbuh tak beraturan sehingga menyulitkan pertumbuhan gigi permanen.


Adikku ini memiliki semua ciri-ciri diatas. Berbagai gangguan juga dialami anak down syndrome karena kelainan yang dialami. Syukurlah adikku Mila ini tidak mengalami gangguan-gangguan tersebut.

Kamis, 10 April 2014

Terapi untuk Anak Down Syndrome

Down syndrome adalah salah satu penyakit yang bisa disebabkan oleh faktor genetis (keturunan) dimana salah satu dari keluarga pasangan suami atau istri ada yang mengidap penyakit yang sama. Kemungkinan ini bisa terjadi sekitar 70-80%. Down syndrome sendiri terjadi dikarenakan adanya kromosom abnormalitas pada saat pembuahan terjadi (ini terjadi pada masa prenatal/di dalam kandungan). Penyebab lainnya bisa juga karena si Ibu terkena infeksi pada saat kehamilan, bayi kekurangan nutrisi di awal kehidupannya, terkena bahan kimia yang beracun pada saat kehamilan. Sementara untuk penyebab terjadinya down syndrome pada saat masa kelahiran bisa disebabkan karena kelahiran anoxia (kehilangan oksigen), luka pada otak, dan lainnya.
Down syndrome adalah jenis penyakit yang terjadi lebih kepada kerusakan otak, di samping juga dengan cirri-ciri fisik yang nampak (wajah mongoloid, koordinasi gerakan anggota tubuh yang kurang baik). Untuk kesembuhan secara total umumnya memang sampai saat ini belum ditemukan. Tetapi banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir kesulitan-kesulitan yang terjadi akibat penyakit yang ananda derita tersebut. Dengan berbagai teraphy yang diberikan Insya Allah ananda dapat hidup wajar dengan anak-anak lainnya yang normal.
Therapi yang saya sarankan untuk membantu ananda adalah :
1.      Therapi behaviour
Untuk membentuk tingkah laku sosial ananda.
2.      Fisio Therapi
Therapi fisik yang didalamnya memperbaiki gerak tubuh ananda yang belum stabil, melatih keseimbangan, koordinasi gerak tubuh dan lainnya.
3.      Okupasi Therapi
Memperbaiki motorik halus ananda agar ananda bisa menggenggam, mengangakat benda dan menulis sehingga ananda bisa bersekolah (mengikuti pelajaran sekolah). Dengan terapi ini ananda akan dilatih untuk membuat semua otot dalam tubuhnya berfungsi dengan tepat.
4.      Therapi Wicara
Melatih ananda untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan benar. Yaitu dengan latihan enkoding dan dekoding (pengujaran dan pemahaman kata yang diucapkan). Sehingga ananda dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
5.      Therapi Sensory
Untuk melatih kemampuan mengolah dan mengartikan Integrasi seluruh rangsang sensoris yang diterima dari tubuh maupun lingkungan. Dan kemudian menghasilkan respons yang terarah, hal ini berguna untuk meningkatkan kematangan susunan saraf pusat sehingga lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya. Aktivitas ini sangat merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar
Sayangnya tidak semua kota memiliki kelengkapan fasilitas terapi-terapi yang tertera diatas. Biasanya terapi seperti ini hanya ada di kota besar, dan itupun tidak lengkap. Apalagi di kota kecil seperti Jombang. Selain karena minimnya perhatian pemerintah terhadap anak-anak cacat, ketidakpedulian masyarakat normal terhadap orang-orang berkebutuhan khusus juga makin memperparah situasi.


Demikianlah yang bisa saya sampaikan semoga bunda diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Sang Pencipta dan Pemilik Ilmu Yang Maha Luas dalam mengasuh dan mendidik ananda. Yakinlah Allah SWT tidak mungkin menciptakan manusia dengan kekurangannya saja, pasti kelebihan yang ananda miliki juga banyak. Insya Allah dengan kelebihan itulah ananda dapat tumbuh dan berkembang sehingga bisa hidup secara wajar dan percaya diri di lingkungan sekitarnya walaupun dengan segala keterbatasan yang ada. Saya turut berharap dan berdo’a semoga bunda tetap bersabar dan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan ananda agar menjadi lebih baik. Amin.
 Artikel diambil dari Eramuslim.com


Minggu, 06 April 2014

Sholat dan Puasa Bagi Anak Down Syndrome


Syarat wajib sholat dan puasa adalah mukallaf. Mukallaf adalah seseorang memiliki sifat-sifat yang menjadikannya mampu untuk mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Beberapa syarat itu adalah :
Ë   Berakal Sempurna
Mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, dosa dan pahala, ibadah satu dengan ibadah lainnya, 
Ë   Baligh
Telah sampai umur
Ë   Sempurna Pancainderanya
Khusus bagi penerimaan ilmu yaitu mata dan telinga. jika seseorang buta mata atau tuli telinganya, maka gugur kewajibannya untuk menerima syariat karena dia tidak memiliki alat yang cukup untuk mengikuti tuntunan Nabi SAW.

Anak Down Syndrome tidak memenuhi sifat pertama yaitu berakal sempurna. Akhirnya dia tidak wajib sholat dan puasa. Namun, menurut Mamah Dedeh, ada baiknya bila anak ini telah baligh dimandikan dengan tuntunan kita setelah suci dari hadast besar, dan sejak dini diajarkan doa sehari-hari dan doa sholat (bila mampu), supaya kita mengisi jiwanya dengan Islam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...